TEKNIK
PENGUMPULAN DATA
Masalah:
Kurang Rasa Percaya Diri (Insecure)
Nama:
Sindytia Ilma Akromah
Dosen
Pengampu: Charis Rizqi Pradana, S. Sos. I, M. Pd.
Matakuliah:
Metode Penelitian Kuantitatif
Semester:
Empat
Berikut ini adalah hasil dari teknik pengumpulan data yang telah saya lakukan. Teknik pengumpulan data yang saya lakukan adalah wawancara dan observasi. Hal ini bertujuan agar peneliti (konselor) mendapatkan informasi yang akurat dari narasumber (konseli) terkait suatu masalah yang dialaminya. Wawancara dan observasi ini saya lakukan pada tanggal 15 April 2019. Narasumber (konseli) sendiri berusia 19th. Narasumber (konseli) berjenis kelamin perempuan. Kesibukan narasumber akhir-akhir ini di rumah saja, menjaga toko, dan membersihkan rumah. Saya tambahkan contoh kuesioner (angket), karena kuesioner (angket) juga termasuk ke dalam teknik pengumpulan data untuk metode penelitian kuantitatif.
- Hasil Interview
(Wawancara)
a. Persamaan
hasil wawancara tidak terstuktur dengan wawancara terstruktur.
Jawaban konseli perihal
latar belakangnya seperti riwayat pendidikan, hobi, makanan favorit, warna
favorit, hal yang dia sukai dan hal yang dia tidak suka.
b. Perbedaan
hasil wawancara tidak terstrukut dengan wawancara terstruktut.
Perbedaan
|
|
Wawancara
tidak terstruktur
|
Wawancara
terstruktur
|
Saat saya bertanya kabar konseli, konseli
menjelaskan bahwa kabarnya sekarang sedang baik-baik saja. Konseli masih belum sadar bahwa dia ternyata
memiliki masalah dalam tingkat percaya dirinya
|
Saya menjelaskan bahwa kemungkinan konseli mengalami
kehilangan percaya diri, mengetahui hal itu, Konseli mulai menjelaskan bahwa
penyebab hilangnya rasa percaya dirinya adalah karena, konseli selalu
dipandang remeh oleh orang disekitarnya.
|
Saat saya bertanya mengenai adakah yang sering
membuatnya gelisah, konseli menjawab: bahwa dia sering merasa takut dalam hal
berekspresi dan mengungkapkan perasaannya.
|
Saat saya bertanya, “apa hal yang membuat kamu
merasa takut dalam berekspresi?”
Konseli menjawab, “ah, aku hanya takut salah dalam
bersikap”
|
Konseli menjelaskan bahwa lingkungan di sekitarnya
dalam keadaan baik-baik saja.
|
Ternyata konseli menjelaskan bahwa sebenarnya
hubungan dia dengan lingkungannya sedang tidak baik-baik saja.
|
Penyebab pertama, konseli menjelaskan bahwa dia
pernah diminta kedua orangtuanya untuk melamar sebagai pramugari. Konseli
sempat pergi ke Jakarta dan melamar sebagai pramugari. Tapi dia dinyatakan
tidak lolos. Akhirnya dia pulang dan mengungkapkan bahwa keinginannya yang
sebenarnya adalah kuliah seperti teman-temannya.
|
|
Penyebab kedua, konseli menjelaskan bahwa
tetangganya sering memandang dirinya dengan tatapan tidak suka karena gosip
tentang dirinya yang menyebutkan bahwa dirinya tidak mentaati perintah
orangtuanya
|
|
Konseli menjelaskan bahwa karena adanya kejadian
seperti itu, maka dia lebih memilih diam di rumah dan membantu ibunya menjaga
toko dan bersih-bersih rumah.
|
|
- Hasil Observasi
a. Hasil
persamaan observasi partisipan dengan observasi non-partisipan
Baik observasi partisipan
maupun non-partisipan, saya mendapatkan hasil observasi yang sama yaitu pandangan tidak suka dari orang di lingkungan sekitar konseli yang di
arahkan kepada konseli.
b. Hasil
perbedaan observasi partisipan dengan observasi non-partisipan
Perbedaan
|
|
Observasi
partisipan
|
Observasi
non partisipan
|
Saat saya membeli snack di toko yang dijaga oleh
konseli, dan kebetulan ada tetangga konseli yang juga membeli barang di toko
konseli. Saya mengetahui secara langsung bagaimana cara pandang tetangga
konseli dalam memandang konseli.
|
Karena konseli yang sangat jarang keluar rumah, saya
sedikit mengalami kesulitan dalam mengamati konseli.
|
Saat saya sedang berinteraksi secara langsung dengan
konseli, pandangan tetangga konseli, membuat saya merasakan perasaan tidak
nyaman.
|
Dari jauh saya juga mengamati orang-orang di
lingkungan sekitar rumah konseli. keadaan di sekitar rumah konseli berjalan
kondusif. Sesama tetangga saling bertegur sapa. Tapi mereka memandang berbeda
jika, konseli keluar rumah dan menyapa mereka.
|
Saat saya sedang bermain dan mengobrol di rumah
konseli, adik dari konseli seakan-akan tidak mengizinkan saya untuk
berlama-lama dengan konseli.
|
|
- Contoh Kuesioner
(Angket)
Berikut ini adalah contoh
dari angket tentang percaya diri
Keterangan:
1. Sangat
Setuju = SS
2. Setuju
= S
3. Tidak
Setuju = TS
4. Sangat
Tidak Setuju = STS
NO.
|
PERNYATAAN
|
SS
|
S
|
TS
|
STS
|
1.
|
Saya menerima setiap
kritikan dari orang lain demi
kebaikan saya.
|
||||
2.
|
Saya menganggap diri saya sama dengan orang yang saya idolakan.
|
||||
3.
|
Saya tidak
putus asa ketika
pendapat saya ditolak orang lain.
|
||||
4.
|
Saya selalu membuat
rencana-rencana kegiatan yang
sesuai sengan kemampuan saya
|
||||
5.
|
Biasanya saya
lebih senang apabila
saya dapat
mandiri.
|
||||
6.
|
Saya tidak percaya diri
dengan kondisi tubuh saya
sekarang ini.
|
||||
7.
|
Saya menghargai orang lain yang berbeda prisnsip dengan saya
|
||||
8.
|
Bila suatu ketika ada
teman yang menyakiti perasaan
saya, saya mudah memaafkannya tanpa dia meminta maaf
terlebih dahulu
|
||||
9.
|
Saya memahami diri saya sendiri.
|
||||
10.
|
Saya akan menunggu orang lain terlebih dahulu untuk mengambil suatu tindakan.
|
||||
11.
|
Kegagalan yang saya alami menimbulkan
kekecewaan dalam diri saya
|
||||
12.
|
Saya biasanya menyelesaikan persoalan saya
sendiri tanpa bantuan orang lain.
|
||||
13.
|
Saya akan menjaga penampilan di manapun saya berada
|
||||
14.
|
Sulit bagi saya untuk melupakan kegagalan-kegagalan
yang pernah saya alami
|
||||
15.
|
Biasanya saya selalu berfikir secara obyektif dalam menghadapi suatu masalah
|
||||
16.
|
Saya merasakan banyak kekurangan pada tubuh saya.
|
||||
17.
|
Saya selalu berusaha menjaga kesehatan tubuh saya.
|
||||
18.
|
Saya selalu merasa yakin dapat mengerjakan
pekerjaan sesulit apapun.
|
||||
19.
|
Saya takut ketika pendapat saya tidak dapat diterima orang lain.
|
||||
20.
|
Meskipun ada hambatan, saya yakinakan dapat menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab
saya
|
||||
21.
|
Kadang-kadang saya ingin marah tanpa
alasan
|
||||
22.
|
Saya seringkali tidak yakinakan berhasil dalam menyelesaikan pekerjaan
|
||||
23.
|
Saya merasa tidak banyak hal yang
saya banggakan dalam menyelesaikan
pekerjaan
|
||||
24.
|
Kadang-kadang saya kurang dapat menyelesaikan
persoalan kecil yang sedang saya hadapi.
|
||||
25.
|
Saya
mengagumi diri saya sendiri apa adanya.
|
||||
26.
|
Apabila orang lain menilai tugas
mengecewakan, maka saya akan merasa
kecewa
|
||||
27.
|
Saya cenderung tidak dapat menguasai diri terhadap
situasi yang menekan saya
|
||||
28.
|
Saya akan
mengikuti kemauan orang lainagar dapat diterima
|
||||
29.
|
Saya merasa
penampilan saya kurang menarik dibandingkan dengan orang
lain.
|
||||
30.
|
Saya
biasa melakukan sesuatu dengan meminta bantuan orang lain.
|
||||
31.
|
Saya
akan merasa tersinggung bila saya mendengar komentar orang lain tentang diri
saya
|
||||
32.
|
Saya mampu menerima kegagalan seburuk
apapun dalam hidup ini
|
||||
33.
|
Saya
sering mengharapkan bantuan orang lain.
|
||||
34.
|
Saya selalu melakukan
tindakan yang menurut saya adalah baik dan tidak merugikan orang lain
|
||||
35.
|
Saya kurang
memperhatikan penampilan saya
|
||||
36.
|
Saya pergi ke tempat perawatan tubuh dua bulan sekali atau lebih
|
||||
37.
|
Saya tetap menyatakan pendapat saya walaupun itu
berbeda dengan pendapat orang lain.
|
||||
38.
|
Saya berolahraga
untuk menjaga fisik saya
|
||||
39.
|
Jika saya gagal
dalam melakukan sesuatu, maka saya akan mencobanya lagi
|
||||
40.
|
Saya dapat
menguasai diri saya dan bersikap bebas dalam situasi apapun tanpa merasa
tertekan.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar