Rabu, 15 April 2020

Hasil Teknik Pengumpulan Data


TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Masalah: Kurang Rasa Percaya Diri (Insecure)
Nama: Sindytia Ilma Akromah
Dosen Pengampu: Charis Rizqi Pradana, S. Sos. I, M. Pd.
Matakuliah: Metode Penelitian Kuantitatif
Semester: Empat

             Berikut ini adalah hasil dari teknik pengumpulan data yang telah saya lakukan. Teknik pengumpulan data yang saya lakukan adalah wawancara dan observasi. Hal ini bertujuan agar peneliti (konselor) mendapatkan informasi yang akurat dari narasumber (konseli) terkait suatu masalah yang dialaminya. Wawancara dan observasi ini saya lakukan pada tanggal 15 April 2019. Narasumber (konseli) sendiri berusia 19th. Narasumber (konseli) berjenis kelamin perempuan. Kesibukan narasumber akhir-akhir ini di rumah saja, menjaga toko, dan membersihkan rumah. Saya tambahkan contoh kuesioner (angket), karena kuesioner (angket) juga termasuk ke dalam teknik pengumpulan data untuk metode penelitian kuantitatif.
  1. Hasil Interview (Wawancara)
a.      Persamaan hasil wawancara tidak terstuktur dengan wawancara terstruktur.
Jawaban konseli perihal latar belakangnya seperti riwayat pendidikan, hobi, makanan favorit, warna favorit, hal yang dia sukai dan hal yang dia tidak suka.
b.      Perbedaan hasil wawancara tidak terstrukut dengan wawancara terstruktut.
Perbedaan
Wawancara tidak terstruktur
Wawancara terstruktur
Saat saya bertanya kabar konseli, konseli menjelaskan bahwa kabarnya sekarang sedang baik-baik saja. Konseli  masih belum sadar bahwa dia ternyata memiliki masalah dalam tingkat percaya dirinya
Saya menjelaskan bahwa kemungkinan konseli mengalami kehilangan percaya diri, mengetahui hal itu, Konseli mulai menjelaskan bahwa penyebab hilangnya rasa percaya dirinya adalah karena, konseli selalu dipandang remeh oleh orang disekitarnya.
Saat saya bertanya mengenai adakah yang sering membuatnya gelisah, konseli menjawab: bahwa dia sering merasa takut dalam hal berekspresi dan mengungkapkan perasaannya.

Saat saya bertanya, “apa hal yang membuat kamu merasa takut dalam berekspresi?”
Konseli menjawab, “ah, aku hanya takut salah dalam bersikap”
Konseli menjelaskan bahwa lingkungan di sekitarnya dalam keadaan baik-baik saja.
Ternyata konseli menjelaskan bahwa sebenarnya hubungan dia dengan lingkungannya sedang tidak baik-baik saja.

Penyebab pertama, konseli menjelaskan bahwa dia pernah diminta kedua orangtuanya untuk melamar sebagai pramugari. Konseli sempat pergi ke Jakarta dan melamar sebagai pramugari. Tapi dia dinyatakan tidak lolos. Akhirnya dia pulang dan mengungkapkan bahwa keinginannya yang sebenarnya adalah kuliah seperti teman-temannya.

Penyebab kedua, konseli menjelaskan bahwa tetangganya sering memandang dirinya dengan tatapan tidak suka karena gosip tentang dirinya yang menyebutkan bahwa dirinya tidak mentaati perintah orangtuanya

Konseli menjelaskan bahwa karena adanya kejadian seperti itu, maka dia lebih memilih diam di rumah dan membantu ibunya menjaga toko dan bersih-bersih rumah.

  1. Hasil Observasi
a.      Hasil persamaan observasi partisipan dengan observasi non-partisipan
Baik observasi partisipan maupun non-partisipan, saya mendapatkan hasil observasi yang sama yaitu pandangan tidak suka dari orang di lingkungan sekitar konseli yang di arahkan kepada konseli.
b.      Hasil perbedaan observasi partisipan dengan observasi non-partisipan
Perbedaan
Observasi partisipan
Observasi non partisipan
Saat saya membeli snack di toko yang dijaga oleh konseli, dan kebetulan ada tetangga konseli yang juga membeli barang di toko konseli. Saya mengetahui secara langsung bagaimana cara pandang tetangga konseli dalam memandang konseli.
Karena konseli yang sangat jarang keluar rumah, saya sedikit mengalami kesulitan dalam mengamati konseli.
Saat saya sedang berinteraksi secara langsung dengan konseli, pandangan tetangga konseli, membuat saya merasakan perasaan tidak nyaman.
Dari jauh saya juga mengamati orang-orang di lingkungan sekitar rumah konseli. keadaan di sekitar rumah konseli berjalan kondusif. Sesama tetangga saling bertegur sapa. Tapi mereka memandang berbeda jika, konseli keluar rumah dan menyapa mereka.
Saat saya sedang bermain dan mengobrol di rumah konseli, adik dari konseli seakan-akan tidak mengizinkan saya untuk berlama-lama dengan konseli.


  1. Contoh Kuesioner (Angket)
Berikut ini adalah contoh dari angket tentang percaya diri
Keterangan:
1.      Sangat Setuju = SS
2.      Setuju = S
3.      Tidak Setuju = TS
4.      Sangat Tidak Setuju = STS
NO.
PERNYATAAN
SS
S
TS
STS
1.
Saya menerima setiap kritikan dari orang lain demi kebaikan saya.




2.
Saya menganggap diri saya sama dengan orang yang saya idolakan.




3.
Saya tidak putus asa ketika pendapat saya ditolak orang lain.




4.
Saya selalu membuat rencana-rencana kegiatan yang sesuai sengan kemampuan saya




5.
Biasanya saya lebih senang apabila saya dapat mandiri.




6.
Saya tidak percaya diri dengan kondisi tubuh saya sekarang ini.




7.
Saya menghargai orang lain yang berbeda prisnsip dengan saya




8.
Bila suatu ketika ada teman yang menyakiti perasaan saya, saya mudah memaafkannya tanpa dia meminta maaf terlebih dahulu




9.
Saya memahami diri saya sendiri.




10.
Saya akan menunggu orang lain terlebih dahulu untuk mengambil suatu tindakan.




11.
Kegagalan yang saya alami menimbulkan kekecewaan dalam diri saya




12.
Saya biasanya menyelesaikan persoalan saya sendiri tanpa bantuan orang lain.




13.
Saya akan menjaga penampilan di manapun saya berada




14.
Sulit  bagi saya untuk melupakan kegagalan-kegagalan yang pernah saya alami




15.
Biasanya saya selalu berfikir secara obyektif dalam menghadapi suatu masalah




16.
Saya merasakan banyak kekurangan pada tubuh saya.




17.
Saya selalu berusaha menjaga kesehatan tubuh saya.




18.
Saya selalu merasa yakin dapat mengerjakan pekerjaan sesulit apapun.




19.
Saya takut ketika pendapat saya tidak dapat diterima orang lain.




20.
Meskipun ada hambatan, saya yakinakan dapat menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab saya




21.
Kadang-kadang saya ingin marah tanpa alasan




22.
Saya seringkali tidak yakinakan berhasil dalam menyelesaikan pekerjaan




23.
Saya merasa tidak banyak hal yang saya banggakan dalam menyelesaikan pekerjaan




24.
Kadang-kadang saya kurang dapat menyelesaikan persoalan kecil yang sedang saya hadapi.




25.
Saya mengagumi diri saya sendiri apa adanya.




26.
Apabila orang lain menilai tugas mengecewakan,  maka saya akan merasa kecewa




27.
Saya cenderung tidak dapat menguasai diri terhadap situasi yang menekan saya




28.
Saya akan mengikuti kemauan orang lainagar dapat diterima




29.
Saya merasa penampilan saya kurang menarik dibandingkan dengan orang lain.




30.
Saya biasa melakukan sesuatu dengan meminta bantuan orang lain.




31.
Saya akan merasa tersinggung bila saya mendengar komentar orang lain tentang diri saya




32.
Saya mampu menerima kegagalan seburuk apapun dalam hidup ini




33.
Saya sering mengharapkan bantuan orang lain.




34.
Saya selalu melakukan tindakan yang menurut saya adalah baik dan tidak merugikan orang lain




35.
Saya kurang memperhatikan penampilan saya




36.
Saya pergi ke tempat perawatan tubuh dua bulan sekali atau lebih




37.
Saya  tetap menyatakan pendapat saya walaupun itu berbeda dengan pendapat orang lain.




38.
Saya berolahraga untuk menjaga fisik saya




39.
Jika saya gagal dalam melakukan sesuatu, maka saya akan mencobanya lagi




40.
Saya dapat menguasai diri saya dan bersikap bebas dalam situasi apapun tanpa merasa tertekan.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar